Gubernur Jateng, Ganjar Beri Peringatan untuk Daerah yang Tidak Menerapkan PPKM

BerandaSemarang.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan pemerintah kota dan kabupaten yang tak masuk dalam SE Gubernur untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tetap waspada dan tidak melonggarkan aturan.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai rapat penanganan COVID-19 di lantai dua kantor Pemprov Jateng, Senin (11/1). Ganjar menegaskan, instruksi ini juga telah disampaikan melalui WhatsApp Grup kepada para kepala daerah. “Saya sudah komunikasi dengan mereka untuk mereka ikuti, bukan berarti longgar lho ya,” katanya.

Ganjar mengatakan, dirinya telah meminta pada kepala daerah di 16 Kota/Kabupaten yang tak masuk SE Gubernur untuk melaksanakan PPKM untuk berasumsi bahwa PPKM dilakukan se-Jateng.

“Harus berasumsi seluruh jateng itu PPKM, asumsi kita dibangun di situ, maka tidak boleh longgar-longgar, apakah kemudian lagi musim kawinan ya dikontrol betul,” ujarnya. Di lain sisi, Ganjar justru lebih memerhatikan sektor industri, perdagangan dan pasar tradisional. Sebab dalam aturan PPKM Jawa Bali, industri tak masuk dalam sektor yang dibatasi.

“Nah industri yang besar karena tidak tutup, maka saya minta untuk dinas perindustrian agar komunikasi dengan Kabupaten Kota dan perusahaan agar mereka melakukan protokol kesehatan yang keras dan ketat dengan SOP juga yang ketat,” tegas Ganjar. Sementara untuk pasar tradisional, Ganjar meminta pada bupati dan wali kota di daerah untuk menerapkan sistem pasar yang pernah dilakukan Kota Salatiga.

“Saya minta betul ini bantuan dari Bupati Wali Kota. kan dulu pernah ada contoh umpama pasarnya itu dikeluarkan di jalan, terus kemudian dikasih tanda atau tempat seperti yang di Salatiga kemudian di Kebumen juga ngikuti. Itu aja dilakukan lagi, kalau itu bisa dilakukan lagi menurut saya akan bisa membantu,” imbuh Ganjar.

Sebagai informasi, Menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengirim surat edaran kepada bupati dan walikota. Dalam surat tertanggal 8 Januari 2021 tersebut, gubernur menetapkan 23 kabupaten dan kota yang harus memberlakukan PPKM. Daerah-daerah tersebut yakni Semarang Raya meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan. Banyumas Raya meliputi Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen. Solo Raya meliputi Kota Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri.

Sebagai informasi, Menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengirim surat edaran kepada bupati dan walikota. Dalam surat tertanggal 8 Januari 2021 tersebut, gubernur menetapkan 23 kabupaten dan kota yang harus memberlakukan PPKM. Daerah-daerah tersebut yakni Semarang Raya meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan. Banyumas Raya meliputi Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen. Solo Raya meliputi Kota Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri.

Selain itu ada penambahan beberapa daerah yang tidak masuk lingkup ketiganya. Yakni Kota Magelang, Kudus, Pati, Rembang, dan Brebes.

Sumber: JPNN.com

Latest news

Cara Menurunkan Panas Disertai Pusing Saran dari SehatQ

BerandaSemarang.com - Tubuh terasa demam? Anda tentu akan panik, apalagi demam jadi salah satu gejala terinfeksi virus Corona. Tidak perlu khawatir, karena ada cara...

OVO Hadirkan Produk Asuransi Mobil Premi Bulanan

BerandaSemarang.com - Di tengah pandemi yang masih bergulir, pemerintah terus berupaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dengan menjalankan berbagai kebijakan strategis. Salah satu upayanya adalah...

Wajib Upgrade! Dari Oppo Reno 4 ke Oppo Reno 5

Oppo resmi meluncurkan produk terbarunya, yakni Oppo Reno 5. Penerus Oppo Reno 4 ini mengusung beberapa peningkatan spesifikasi dibanding pendahulunya. Terutama di sektor kamera. Berbeda...

Salah Satu RS Swasta di Semarang Dipolisikan Terkait Dugaan Malapraktik

BerandaSemarang.com - Sebuah rumah sakit (RS) swasta di Kota Semarang dipolisikan ke Polda Jawa Tengah karena dianggap ada dugaan malapraktik hingga menyebabkan pasien meninggal. Ibu pasien juga diminta...

Related news

Cara Menurunkan Panas Disertai Pusing Saran dari SehatQ

BerandaSemarang.com - Tubuh terasa demam? Anda tentu akan panik, apalagi demam jadi salah satu gejala terinfeksi virus Corona. Tidak perlu khawatir, karena ada cara...

OVO Hadirkan Produk Asuransi Mobil Premi Bulanan

BerandaSemarang.com - Di tengah pandemi yang masih bergulir, pemerintah terus berupaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dengan menjalankan berbagai kebijakan strategis. Salah satu upayanya adalah...

Wajib Upgrade! Dari Oppo Reno 4 ke Oppo Reno 5

Oppo resmi meluncurkan produk terbarunya, yakni Oppo Reno 5. Penerus Oppo Reno 4 ini mengusung beberapa peningkatan spesifikasi dibanding pendahulunya. Terutama di sektor kamera. Berbeda...

Salah Satu RS Swasta di Semarang Dipolisikan Terkait Dugaan Malapraktik

BerandaSemarang.com - Sebuah rumah sakit (RS) swasta di Kota Semarang dipolisikan ke Polda Jawa Tengah karena dianggap ada dugaan malapraktik hingga menyebabkan pasien meninggal. Ibu pasien juga diminta...